Like Us On Facebook

#htmlcaption1 Go UP! Pure Javascript. No jQuery. No flash. #htmlcaption2 Stay Connected

Jumat, 26 Agustus 2011

Emas Bakal Diborong Jelang Lebaran

Saat ini pembeli lebih banyak mencari logam mulia batangan atau kepingan.
VIVAnews Rabu, 10 Agustus 2011, 07:37 WIB - Harga emas yang melonjak membuat pembeli belum memburu perhiasan emas di bulan puasa. Pembelian emas diperkirakan meningkat menjelang lebaran.

Pemilik toko emas 'Halim', Heru, menuturkan, meroketnya harga emas membuat pembeli takut membeli atau menjual emasnya. Ini menyebabkan tidak adanya perputaran barang di tokonya.

Hingga saat ini, penjualan emas masih sepi. Namun, mendekati lebaran penjualan akan naik sekitar 20 persen.

"Yang naik penjualan perhiasan ya, mungkin buat dipakai pas lebaran," kata Heru kepada VIVAnews.com, di kawasan Blok M Square, Jakarta, Rabu, 10 Agustus 2011.

Pembeli di tokonya sebagian besar perempuan, sehingga barang yang banyak dicari adalah perhiasan seperti kalung, cincin, liontin, dan gelang.

Pada Rabu, 10 Agustus 2011, harga emas di tokonya mencapai Rp495 ribu untuk logam mulia, dan Rp415 ribu untuk perhiasan atau emas 75 persen. Padahal, tegas Heru, dua pekan lalu harga emas masih di kisaran Rp450 ribu untuk logam mulia dan Rp380 ribu emas perhiasan.

Senada dengan Heru, pedagang emas di Blok M Square lainnya juga berpendapat saat ini penjualan masih sepi. Pemilik toko emas Mutiara, Ferry, mengatakan penjualan emas pada masa Ramadan kali ini tak sebanyak tahun lalu.

Ia menjelaskan, saat ini pembeli lebih banyak mencari logam mulia batangan atau kepingan dibandingkan dengan perhiasan. "Sekitar 70:30 perbandingannya, lebih dari separuh," tambahnya. (art)

Harga Emas Rp 500 Ribu, Pedagang Bingung

Jika harga emas terus melambung maka pedagang akan rugi. Apa sebabnya.
VIVAnews Rabu, 10 Agustus 2011, 07:37 WIB - Harga emas terus mencatat rekor seiring gejolak pasar saham akibat penurunan rating surat utang Amerika. Harga emas di Jakarta, hampir menyentuh Rp500.000 per gram, namun pedagang emas justru mengaku rugi jika harga emas terus melambung.

Seorang pedagang sekaligus pemilik toko emas 'Jaya Abadi' di pasar emas Permata Cikini, Yulia (50), mengaku menderita kerugian setiap akan melakukan pembelian stok emas kepada distributor terutama untuk Logam Mulia (LM) batangan dan kepingan.

"Rugi, barang jual terus sampai stok habis, besoknya waktu beli harga sudah beda, sudah naik terus, jadi rugi" ungkap Yulia kepada VIVAnews.com..

Sudah satu minggu ini, kata Yulia, kenaikan harga emas mencapai Rp5000-Rp8000 per gram setiap hari. Harga emas pada Selasa, 9 Agustus 2011, mencapai Rp493.000, namun harga di tokonya ini dapat berubah dalam hitungan jam saja.

"Bingung mau jual kemahalan nggak enak, jual kemurahan takut rugi, jadi bingung, kalau pembeli  jual sekarang Rp493.000 kalau sejam lagi nggak tau lagi," kata Yulia.

Bahkan, lanjut Yulia, logam mulia dari Antam juga tidak bisa memberikan harga yang pasti karena fluktuasi harga ini.

Tahun ini, kata Yulia, konsumen lebih banyak membeli logam mulia berbentuk kepingan atau batangan sementara. Sedangkan pembeli malah jarang membeli emas untuk perhiasan.

"Sudah lama perhiasan nggak laku, ongkos buatnya mahal sedangkan selisih jual belinya juga banyak, jadi lebih ke investasi logam mulia," ungkapnya.

Momen lebaran, kata Yulia, tidak berpengaruh pada jual beli emas di tokonya, terutama untuk perhiasan. Namun hal itu tidak terjadi dengan logam mulia kepingan atau batangan. "Jarang yang jual, biasanya mereka lari ke pegadaian," tuturnya.

Setelah Harga Meroket, Masihkah Emas Diburu

 Membeli emas untuk investasi jangka panjang.
VIVAnews Rabu, 10 Agustus 2011, 06:26 WIB - Harga emas terus meroket hampir menyentuh angka Rp500.000 per gram. Namun hal ini tidak menyurutkan konsumen untuk membeli emas sebagai portofolio investasi.

Pembeli emas, Sukron (29), karyawan swasta mengaku dirinya membeli logam mulia batangan maupun kepingan untuk investasi jangka panjang.

"Kalau saya investasi jangka panjang, tahunan, baru mulai tahun ini," ungkap Sukron, kepada VIVAnews.com di pasar emas Permata Cikini, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2011.

Logam mulia yang dimilikinya, kata Sukron, saat ini baru mencapai 10 gram. Ia memilih emas sebagai investasi karena merupakan paling stabil diantara lainnya. Jika ada kebutuhan mendesak bisa di jual atau digadai.

"Biasanya kalau harga naik dijual, tapi kalau saya sih misalnya ada kebutuhan lebih baik digadai, karena kalau dijual belum tentu dapat lagi segitu," pungkasnya.

Berbeda dengan Sukron, seorang wiraswasta, Iwan (47) mengaku membeli emas hanya untuk perhiasan meskipun pada ahirnya juga sebagai investasi.

"Dipakai saja, jarang beli kok, ini karena udah bosan saja, lumayan dulu belinya sekian, jualnya naik ternyata," kata Iwan.

Emas yang dimilikinya mencapai 80 gram berbentuk perhiasan cincin, kalung dan gelang. "Itu punya saya saja, istri saya juga ya sekitar masing-masing barang itu 10 gram," ungkap Iwan.

Fluktuasi harga seperti yang terjadi saat ini, kata Iwan, membuatnya sedikit khawatir. Namun karena niatnya bukan murni untuk investasi, ia tak terlalu menanggapi gejolak harga emas.

"Disimpan saja, kalau lagi untung ya lepas saja, lumayanlah," pungkasnya.

Beli Emas di Pegadaian Bisa Dicicil

Harga emas di Pegadaian berlaku sama untuk setiap cabang di Indonesia.
VIVAnews Jum'at, 12 Agustus 2011, 14:35 WIB - Tak hanya sebagai tempat menggadaikan emas, Pegadaian juga berfungsi sebagai tempat menjual emas. Berbeda dengan toko perhiasan, membeli emas di Pegadaian bisa dilakukan dengan cara mencicil.

Pegadaian menerima pembelian emas batang dari yang paling kecil 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram dan yang paling besar 1 kilogram. Saat ini harga emas yang ditaksir di Pegadaian sebesar Rp425 ribu per gramnya.

"Jadi kalau dipasaran menjual Rp503 ribu. Pegadaian menjual Rp480 ribu. Namun karena sekarang harga emas belum stabil harga taksiran bisa naik kalau kenaikan harga emas sudah stabil" kata staff kantor unit Pegadaian Cikini, Ulfa Hairunisah yang ditemui VIVAnews, Jumat, 12 Agustus 2011.

Untuk membeli emas, nasabah harus membawa kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga, dan uang muka sebesar 30 persen dan total bunga. Ulfa mengatakan pembelian emas dapat dicicil diangsur dan juga bisa dengan uang tunai, jika diangsur minimal 3 bulan dan maksimal 36 bulan. Bunga yang dikenakan satu persen dari harga emas tiap bulannya.

"Jadi walaupun harga emas mengalami perubahan, harga cicilan masih tetap sama seperti awal konsumen mengangsur, kalau kreditnya mau 6 bulan berarti bunganya 6 persen." kata Ulfa.

Jika proses pembelian emas dengan cara mengangsur, Ulfa mengatakan emas itu masih disimpan oleh Pegadaian. "Selama pembelian cicilan emas tetap disimpan, kalau dikasih bisa lari nanti konsumennya. Tapi jika bayarnya tunai kita langsung kasih emasnya," tambahnya.

Selama masa cicilan, konsumen harus membayar tepat waktu jika tidak akan dikenakan denda. Namun, jika konsumen tidak membayar cicilan atau sudah melewati waktunya, emas tersebut nantinya akan dilelang dan uang nasabah akan dikembalikan dengan dikurangi beban denda. "Laku lelang dipotong dua persen dan kewajiban nasabahnya, selisihnya uang tersebut dikembalikan ke nasabah."kata Ulfa.

Harga emas di Pegadaian berlaku sama untuk setiap cabang di Indonesia. Harga emas itu ditentukan oleh kantor pusat dengan berpatokan harga emas di pasaran yang dilakukan tim survey.

Meski harga emas naik tinggi, hampir mencapai Rp500.000 per gram, masyarakat yang akan menggadaikan emasnya di Pegadaian belum meningkat. Masyarakat lebih banyak yang menebus emas yang digadai yang mengalami kenaikan 15 persen.(umi)

Inilah Eksportir Emas Perhiasan Terbesar RI

Sebanyak 35 persen industri perhiasan emas berkembang di wilayah ini.
VIVAnews Jum'at, 19 Agustus 2011, 17:24 WIB - Provinsi Jawa Timur (Jatim) selama ini tercatat sebagai eksportir emas terbesar di Indonesia. Di wilayah timur Pulau Jawa ini, 35 persen industri perhiasan emas tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan besar.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Soekarwo usai membuka pameran perhiasan emas Internasional Jewellery Fair (IJF) ke-16 di Hotel Shangri-La Surabaya, Jum’at 19 Agustus 2011. "Untuk ekspor emas, Jatim berada di peringkat satu, karena 35 persen industri perhiasan emas, besar di Jatim," katanya.

Dari catatan Pemerintah Provinsi Jatim diketahui bahwa ekspor emas nasional pada semester I-2011 diperkirakan mencapai US$412,99 juta, setara Rp3,72 triliun. Dari jumlah tersebut, ekspor perhiasan Jatim mencapai US$146,2 juta (Rp1,31 triliun) atau 35,4 persen dari nilai ekspor nasional.

Pada semester II-2011, ekspor emas Jatim diprediksi naik 40 persen, yakni sekitar US$200 juta (Rp1,8 triliun). Sehingga dalam setahun, total ekspor perhiasan emas Jatim diperkirakan mencapai US$350 juta (Rp3,15 triliun).

Soekarwo mengatakan, Jatim saat ini memiliki setidaknya 24 unit industri perhiasan emas skala besar dan menengah. Selain itu, Jatim juga mempunyai 1.854 unit usaha industri kecil perhiasan di sentra-sentra industri kecil perhiasan emas, perak dan batu mulia yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.

Sejumlah daerah yang terkenal dengan sentra bisnis perhiasan emas diantaranya, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Malang, Mojokerto, Lamongan, Pasuruan, Lumajang dan Pacitan. Usaha sektor perhiasan emas ini telah mampu menyerap tenaga kerja hingga 17.600 orang.

"Jatim sudah menjadi pusat pengrajin emas, tetapi harus ada upaya agar ada nilai tambah. Kelemahannya adalah soal desain," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perhiasan Emas dan Permata Indonesia (APEPI) Jeffry Thumewa menegaskan, pameran perhiasan emas yang dilaksanakan di Jatim merupakan ajang promosi para pengrajin emas, perak dan berlian. "Industri lokal harus maju, karena itu kita undang peserta dari luar negeri untuk melihat potensi bahan baku dan hasil karya pengrajin yang belum terekspos, dan menjadi tolok ukur dengan melihat trend desain di pasar internasional," katanya. Laporan: Tudji Martudji | Surabaya (adi)

Emas Menggila, Pasar Perhiasan Merana

Saat ini masyarakat hanya memborong emas batangan, bukan emas perhiasan.
Surabaya Post Jum'at, 19 Agustus 2011, 16:28 WIB - Harga emas kembali menggila. Emas batang di pasar dunia mencetak rekor baru di posisi US$1.829 per ounce atau sekitar Rp523.000 per gram, asumsi Rp8.900 per dolar AS.

Di Indonesia, emas batangan 1 gram telah mencapai Rp542 ribu (logammulia.com), sedangkan batangan 5 gram, harganya Rp510 ribu per gram.

Kekhawatiran terjadi double dip (resesi ganda) di Amerika Serikat dan zona Eropa memecut investor meninggalkan pasar saham dan beralih berburu emas. Buntutnya, pagi ini pasar modal di seluruh belahan dunia pun ‘terbakar’.

Ironisnya, saat produsen emas batangan berpesta, produsen perhiasan harus gigit jari karena penjualannya terkoreksi lebih dari 40 persen. Tahun ini pun menjadi tahun ke-enam melorotnya penjualan perhiasan sejak 2005.

"Industri perhiasan kita terus turun tiap tahunnya, sejak pertama kali harga emas naik tinggi 2005 lalu, sampai tahun ini penjualan perhiasan turun 30-40 persen," kata General Manager PT Hartono Wira Tanik, produsen perhiasan emas, David Hermanto, pada pembukaan Surabaya Internasional Jewellery Fair (SIJF), di Hotel Sangri La Surabaya, Jumat 19 Agustus 2011.

Menurut David, masyarakat saat ini lebih berminat terhadap emas batangan dengan tujuan investasi. Sementara untuk perhiasan emas, pasarnya terus berkurang. Dia menjelaskan, perhiasan emas memiliki kekurangan sebagai instrumen investasi karena nilainya berkurang akibat pemakaian sehari-hari, serta pemotongan biaya desain atau produksi.

"Sebenarnya kalua dilihat total, konsumsi emas di Indonesia sekitar 38 ton, tapi mayoritas batangan, bukan perhiasan,” katanya.

Hal senada diungkapkanLeo Hadi Loe, Ketua panitia SIJF sekaligus wakil World Gold Council. "Orang terus memburu emas batangan, tujuannya untuk investasi," katanya.

Bahkan Leo mengungkapkan, ketika ada pameran emas, stand yang paling ramai adalah penjualan emas batangan. "Antreannya sudah seperti sembako," katanya.

Manajer Pemasaran PT Untung Bersama Sejahtera, Catur R Limas, juga mengungkapkan hal yang sama, harga emas selama 15 tahun terakhir sudah naik 15 kali. Bahkan untuk mendapatkan emas, produsen perhiasan pun harus inden satu sampai dua pekan. “Harganya pun luar biasa mahal," ujarnya.

Tingginya peminat emas batangan, membuat para produsen perhiasan emas mulai mengalihkan, bahkan fokus terhadap logam perhiasan lainnya yakni perak dan berlian.

"Melihat kemampuan masyarakat dalam membeli perhiasan emas yang terus turun, kami mulai fokus ke perak,” katanya. "Tidak hanya Indonesia saja, kondisi ini juga diikuti negara seperti Cina, Korea sampai negara-negara timur tengah."

Langkah pengalihan ini ternyata juga berdampak, karena harga perak akhirnya juga naik sekitar 200 persen. Namun harga perak tetap jauh lebih murah. Harga perak berkisar Rp25 ribu-Rp40 ribu per gram. sementara tahun lalu harga perak masih berkisar Rp11 ribu, dan pada 2008-2009 masih Rp5.000 per gram. (Surabaya Post, Rista Rama Dani)

 

Copyright @ 2013 Pergerakan Harga Emas Indonesia.

Designed by Templateiy & CollegeTalks